Kadang kita terlena, namun sering kita diingatkan kembali, bahwa "Guru mengajar, bukan sekedar mencari makan, bukan sekedar sesuai target kurikulum, bukan sekedar untuk menyelesaikan tugas hari ini ....", namun ada peran besar untuk "MEMPERSIAPKAN ANAK DIDIK, UNTUK DAPAT MENJALANI KEHIDUPANNYA DI MASA DEPAN, dan MEMPERSIAPKAN MEREKA UNTUK MENERUSKAN PADA GENERASI BERIKUTNYA".
Ungkapan seorang teman, pada acara diklat "Model Pembelajaran Abad 21 - Intel Essensial Course di Dinas Pendidikan Propinsi DI Yogyakarta", dengan mengambil contoh bidang studi Matematika yang dipelajari di SD selama 6 tahun, SMP selama 3 tahun, SMA/SMK selama 3 tahun, ..... begitu kita bekerja, materi pelajaran yang dipakai dalam bekerja hanya berkisar 5-10%.
Pertama :
Belajar untuk mengerti ada apa dengan masa depan, apa yang sekiranya terjadi tahun 2030, tahun 2045 (100 tahun Indonesia merdeka). Indonesia yang diprediksikan akan menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi dan budaya terbesar, sudahkah ada dalam bayangan kita. Belajar dari telaah para pakar, tentang pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan teknologi, berkurangnya sumber daya alam, sampai pada ramalan dan prediksi mereka tentang masa depan.
Bisa jadi banyak pekerjaan yang sekarang masih dilakukan manusia, besok sudah digantikan dengan robot, banyak perhitungan dan analisa data yang sekarang harus dikerjakan berhari-hari, berbulan-bulan, besok akan tampil dalam sekejap.
Kedua
Berikutnya, kebutuhan apa yang harus dipenuhi di masa depan ? Artikel-artikel tentang kecakapan Abad 21, banyak diurai diberbagai media, dan itu pula yang menjadi dasar perumusan Kurikulum 2013. Jikalau kita berfikir untuk masa sekarang, mungkin akan banyak yang menolak, jika kita merasa perlu mempersiapkan anak didik di masa depannya, rasa-rasa nya itu yang perlu dilakukan.
Ketiga
Bekal apa yang harus kita sampaikan kepada anak didik di sekolah, supaya mereka mempunyai kemampuan untuk hidup di masa depan? Jika guru mengajari anak-anak untuk mengetik menggunakan komputer, bisa jadi komputer di masa depan, sudah sangat berbeda dengan yang ada sekarang. Demikian pula ketrampilan lain yang ada saat ini, bisa jadi besok sudah tidak lagi dipakai orang, bahkan pengetahuan yang ada sekarang, bisa jadi sudah dianggap tidak penting lagi di masa depan, karena munculnya pengetahuan2 baru yang lebih sesuai dengan zamannya.
Namun ada hal-hal yang esensial, yang tidak akan berubah dengan bergesernya waktu, diantaranya kemamuan belajar, kemampuan bekerja sama, kemampuan menghargai orang lain, dsb.
Keempat
Menerapkan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kondisi yang ada, untuk dapat mewujudkan impian-impian masa depan anak didik.
Akhir kata, saya hanya dapat berdoa, semoga apa yang kita lakukan sekarang menjadi amal ibadah, menjadi amal jariyah yang tak habis-habis pahalanya, dan berhasil mempersiapkan anak-anak meraih kesuksesan di masa depannya.
Terima kasih.
(Suharmoyo, SE. - Jaringan Informasi Sekolah, DI Yogyakarta)
